Minggu, April 28, 2013

JAMAN SEMONO LAN SAIKI (MBALONGAN-SUMBERSARI) KENDAL


 muhtarom bin suya'i

Assalaamu'alaikum wr.wb.

    lewat tulisan niki kulo bade crito naliko jaman semono;yen salah tulung di benerno ojo di paido,....hehehe;kanggo tolak ukor wae'......antara mbiyen sing iseh koyo ngono karo saiki sing wess modern koyo ngene,......sopo ngerti ono hikmah sing keno di petik seko seko crito jaman mbiyen.....

Jaman mbiyen naliko aku isih cillik ,sok usom dolanan tradisional ,koyo to 

- setinan
- panggalan
- gacla'an
- gempuran
- sin - sinan
- jitungan 
- gasang umpet
- damparan 
- koco'an
- kowoan
- kolongan 
- bal - balan 
- layangan
- patok lele
- muduk - mudu'an
- kucing2 an
- bekelan
- dam-daman
- ontok kamin
- galuran
- wong-wongan
- dolanan muntit
- plorotan
- bedil 2lan sing nganggo preng
- perang - perangan
- lan sak pinunggalane'

wuakeh yo dolanan bocah cilik mbiyen
sing mungkin saiki wes ora pati'o populer meneh koyo jaman mbiyen ,........ mungkin amargo jaman saiki wes ono dolanan sing luweh modern koyo'e,......;jaman mbiyen wong duwe tipi wae isih longko kuwi wae tipi hitam putih;ora koyo saiki,saben omah mesti ono/duwe tipi dewe'2..mulai tipi berwarna model opo wae ono sing cembong layar datar ,LCD,Nganti tipi LED Siki wes ono kurang opo meneh njajal.

jaman mbiyen sing jenenge' video wae gawe' hiburan acara hajatan ,mantu.lha saiki ora usom maneh.........lawong tiap 2 omah roto2 wes duwe vcd player.arep nyetel kaset opo wae tinggal tuku vcdne ,lawong kaset paling gor limangewu sakeping,sopo wae kuwat tuku .yo to?

kelingan mbiyen naliko arep ngirem pesen wae kudu ngenteni pirang2 dino baru tekan pesene,......yoiku liwat surat pos,bedo adoh karo saiki arep kirim pesen tinggal pencet ;arep ngomong langsung tinggal pencet ;arep ceting ae saiki iso kok ........hehehe
sing jenenge hp.sing layare' kuning wae mbiyen wong podo gumon ,lha saiki hape' wess koyo rek joss saben wong nduwe,

Mulo kuwi podo...o bersyukur mareng sing kuoso,ojo mbalelo......saiki jaman wes kepenak opo2 ono; tinggal ngarani .tinggal awa'e dewe wae gelem kerja keras ora

“Sing sopo mung arep oleh wae nanging emoh kangelan, iku aran wong kesed. Iku kabeh ojo ditiru, jalran keluarwargo lan bongso uga rugi”



hehehe koyone wes rodo kesel oleh ku nules ,sesok teruske neh ,insyaAllah

Wassalaamualaikum wr wb.















    

Kamis, April 11, 2013

SEJARAH KOTA KENDAL

muhammad panji maulana

Sejarah

Nama Kendal diambil dari nama sebuah pohon yakni Pohon Kendal. Pohon yang berdaun rimbun itu sudah dikenal sejak masa Kerajaan Demak pada tahun 1500 - 1546 M yaitu pada masa Pemerintahan Sultan Trenggono. Pada awal pemerintahannya tahun 1521 M, Sultan Trenggono pernah memerintah Sunan Katong untuk memesan Pusaka kepada Pakuwojo.
Peristiwa yang menimbulkan pertentangan dan mengakibatkan kematian itu tercatat dalam Prasasti. Bahkan hingga sekarang makam kedua tokoh dalam sejarah Kendal yang berada di Desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu itu masih dikeramatkan masyarakat secara luas. Menurut kisah, Sunan Katong pernah terpana memandang keindahan dan kerindangan pohon Kendal yang tumbuh di lingkungan sekitar. Sambil menikmati pemandangan pohon Kendal yang nampak "sari" itu, Beliau menyebut bahwa di daerah tersebut kelak bakal disebut "Kendalsari". Pohon besar yang oleh warga masyarakat disebut-sebut berada di pinggir Jln Pemuda Kendal itu juga dikenal dengan nama Kendal Growong karena batangnya berlubang atau growong.
Dari kisah tersebut diketahui bahwa nama Kendal dipakai untuk menyebutkan suatu wilayah atau daerah setelah Sunan Katong menyebutnya. Kisah penyebutan nama itu didukung oleh berita-berita perjalanan Orang-orang Portugis yang oleh Tom Peres dikatakan bahwa pada abad ke 15 di Pantai Utara Jawa terdapat Pelabuhan terkenal yaitu Semarang, Tegal dan Kendal. Bahkan oleh Dr. H.J. Graaf dikatakan bahwa pada abad 15 dan 16 sejarah Pesisir Tanah Jawa itu memiliki yang arti sangat penting.

 

Sejarah Berdirinya Kabupaten Kendal

Adalah seorang pemuda bernama Joko Bahu putra dari Ki Ageng Cempaluk yang bertempat tinggal di Daerah Kesesi Kabupaten Pekalongan. Joko Bahu dikenal sebagai seorang yang mencintai sesama dan pekerja keras hingga Joko Bahu pun berhasil memajukan daerahnya. Atas keberhasilan itulah akhirnya Sultan Agung Hanyokrokusumo mengangkatnya menjadi Bupati Kendal bergelar Tumenggung Bahurekso. Selain itu Tumenggung Bahurekso juga diangkat sebagai Panglima Perang Mataram pada tanggal 26 Agustus 1628 untuk memimpin puluhan ribu prajurit menyerbu VOC di Batavia. Pada pertempuran tanggal 21 Oktober 1628 di Batavia Tumenggung Bahurekso beserta ke dua putranya gugur sebagai Kusuma Bangsa. Dari perjalanan Sang Tumenggung Bahurekso memimpin penyerangan VOC di Batavia pada tanggal 26 Agustus 1628 itulah kemudian dijadikan patokan sejarah lahirnya Kabupaten Kendal.
Perkembangan lebih lanjut dengan momentum gugurnya Tumenggung Bahurekso sebagi penentuan Hari jadi dinilai beberapa kalangan kurang tepat. Karena momentum tersebut merupakan sejarah kelam bagi seorang tokoh yang bernama Bahurekso. Sehingga bila tanggal tersebut diambil sebagai momentum hari jadi dikhawatirkan akan membawa efek psikologis. Munculnya istilah "gagal dan gugur" dalam mitologi Jawa dikawatirkan akan membentuk bias-bias kejiwaan yang berpengaruh pada perilaku pola rasa, cipta dan karsa warga Kabupaten Kendal, sehingga dirasa kurang tepat jika dijadikan sebagai pertanda awal mula munculnya Kabupaten Kendal.
Dari Hasil Seminar yang diadakan tanggal 15 Agustus 2006, dengan mengundang para pakar dan pelaku sejarah, seperti Prof. Dr. Djuliati Suroyo ( guru besar Fakultas sastra Undip Semarang ), Dr. Wasino, M.Hum ( dosen Pasca Sarjana Unnes ) H. Moenadi ( Tokoh Masyarakat Kendal dengan moderator Dr. Singgih Tri Sulistiyono. serta setelah diadakan penelitian dan pengkajian secara komprehensip menyepakati dan menyimpulkan bahwa momentum pengangkatan Bahurekso sebagai Bupati Kendal, dijadikan titik tolak diterapkannya hari jadi. Pengangkatan bertepatan pada 12 Rabiul Awal 1014 H atau 28 Juli 1605. Tangal tersebut persis hari Kamis Legi malam jumat pahing tahun 1527 Caka. Penentuan Hari Jadi ini selanjutnya ditetapkan melalui Peraturan Daerah ( PERDA ) Kabupaten Kendal Nomor 20 Tahun 2006, tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Kendal ( Lembaran Daerah no 20 Tahun 2006 Seri E nomor 15 )

Pemerintahan Kabupaten Kendal sekarang dan zaman dulu

Kaliwungu pernah berjaya sebagai pusat pemerintahan sejak awal berdirinya Kabupaten Kendal. Namun karena kondisi perpolitikan di pusat Mataram pada waktu itu dan adanya pertimbangan untuk perkembangan pemerintahan, menyebabkan pusat pemerintahan tersebut pindah ke kota Kendal hingga sekarang. Sehingga akhirnya Kaliwungu hanya digunakan untuk tempat tinggal kerabat Ayah Bupati yang sering disebut sebagai Kasepuhan. Sedangkan pemerintahannya dijadikan sebagai daerah administrasi yaitu Distrik Kaliwungu.

sumber wiki pedia